Penulis :
Made Yenny Puspitarini
Ketut Ima Ismara

Industri pertambangan merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang relatif tinggi. Pengoperasian mesin dan alat berat, kondisi lingkungan kerja yang dinamis, usia peralatan, kegagalan mekanis, serta kompleksitas proses produksi menuntut penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan. Ketersediaan prosedur, peralatan pelindung, fasilitas keselamatan, dan lingkungan kerja yang layak merupakan unsur penting, tetapi belum sepenuhnya mampu menghilangkan risiko kerusakan properti, cedera ringan, maupun kecelakaan yang lebih serius.
Keselamatan kerja tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan dan kelengkapan prosedur. Faktor manusia, kepemimpinan, komunikasi, komitmen organisasi, serta persepsi pekerja terhadap lingkungan keselamatan turut menentukan keberhasilan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mengintegrasikan aspek teknis, manajerial, dan perilaku dalam membangun sistem keselamatan kerja yang efektif.
Buku ini membahas tiga aspek utama yang saling berkaitan, yaitu kepemimpinan keselamatan atau safety leadership, iklim keselamatan atau safety climate, serta kinerja keselamatan atau safety performance. Kepemimpinan keselamatan menggambarkan peran pemimpin dalam memberikan perhatian, pembinaan, pengawasan, dan pengendalian terhadap penerapan keselamatan kerja. Iklim keselamatan mencerminkan persepsi pekerja mengenai komitmen pimpinan, manajer, dan karyawan terhadap keselamatan, kesiapan menghadapi keadaan darurat, serta pemahaman terhadap risiko pekerjaan. Adapun kinerja keselamatan menunjukkan tingkat keberhasilan organisasi dalam menerapkan pengelolaan keselamatan, menyediakan peralatan, melaksanakan pelatihan, menyelidiki kecelakaan, dan mengevaluasi program keselamatan.
