Penulis :
Dr. Fuad Abdillah, ST., MT.
Dr. Slamet, S.Pd., M.Pd., M.Si.

Disrupsi teknologi digital menuntut transformasi fundamental pendidikan tinggi menuju ekosistem inovasi berkelanjutan. Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menggeser paradigma universitas dari menara gading akademik menjadi pusat inovasi bernilai ekonomi dan sosial. Buku ini menawarkan kerangka strategis untuk mendefinisikan ulang peran universitas sebagai ekosistem pendukung technopreneur melalui integrasi kewirausahaan teknologi dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Konsep Technopreneur University berorientasi pada output yang melampaui publikasi ilmiah menuju komersialisasi teknologi melalui pilar innovation ecosystem. Research commercialization dan technology transfer menjadi jembatan vital antara laboratorium akademik dan pasar industri. Transformasi ini memerlukan Vision Statement yang jelas sebagai kompas arah organisasi untuk menjamin organizational alignment. Proses formulasi visi melibatkan identifikasi input stakeholder dan environmental scanning untuk memastikan relevansi tren masa depan. Keberhasilan strategi bergantung pada pemetaan pihak berkepentingan melalui stakeholder mapping dan engagement terstruktur. Kategorisasi stakeholder internal dan eksternal dianalisis menggunakan matriks power dan interest untuk memprioritaskan kolaborasi strategis.
Pengambilan keputusan berbasis data menjadi standar baru manajemen pendidikan tinggi yang akuntabel. Fondasi data-driven management dibahas melalui analisis perbedaan pendekatan intuitif versus berbasis bukti empiris. Learning analytics dimanfaatkan untuk meningkatkan student outcomes, sementara research analytics memantau produktivitas riset secara objektif. Perencanaan strategis dan penetapan tujuan terukur merupakan langkah operasional setelah fondasi visi dan data terbentuk. Teknik environmental scanning menggunakan analisis-analisis yang membantu universitas memahami lingkungan eksternal secara holistik. Goal setting dijelaskan menggunakan teknik SMART goal setting dan framework OKR untuk memastikan alignment institusi. Dukungan tata kelola organisasi dan kepemimpinan kuat menjadi kunci keberlanjutan inisiatif technopreneurship. Governance structure dibahas untuk mendukung fleksibilitas inovasi, sedangkan leadership competencies difokuskan pada karakteristik transformational leadership.
Pengukuran kinerja dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan strategi berjalan akuntabel. Framework performance measurement dijelaskan dengan indikator spesifik dan benchmark metrics dari universitas terkemuka. Impact assessment dilakukan untuk mengukur dampak universitas terhadap society dan economy secara kualitatif maupun kuantitatif. Feedback loops dibangun untuk memastikan umpan balik stakeholders diubah menjadi tindakan perbaikan nyata melalui metodologi PDCA cycle.
Buku ini disusun sebagai referensi akademis dan panduan praktis bagi pimpinan universitas, pembuat kebijakan, dosen, serta praktisi. Bahasa yang digunakan tetap ilmiah, namun dapat dipahami oleh berbagai kalangan. Setiap bab saling berkaitan membentuk kesatuan utuh strategi membangun technopreneur university. Penulis menyadari konteks setiap universitas berbeda sehingga framework dapat diadaptasi sesuai kondisi lokal. Semoga buku ini memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
